HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANTIBIOTIK TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN MASYARAKAT DI KELURAHAN CIRACAS JAKARTA TIMUR TAHUN 2025
Abstract
ABSTRAK
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi yang membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Tentang Antibiotik Terhadap Tingkat Pendidikan Masyarakat di Kelurahan Ciracas Jakarta Timur Tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel penelitian berjumlah 280 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari total populasi 921 kepala keluarga. Karakteristik responden di RW 04 didapat hasil usia kelompok terbanyak pada 36-45 tahun, yaitu 77 responden (27,5%) sedangkan yang terendah diatas 55 tahun sebanyak 26 responden (9,3%), lalu jenis kelamin yang menjawab sebagian besar perempuan sebanyak 167 responden (59,6%), ada juga pendidikan dengan jumlah terbanyak tingkat pendidikan terakhir SMA sebanyak 134 responden (47,9%), serta pekerjaan terbanyak rata-rata responden di RW 04 adalah Pegawai Swasta sejumlah 73 responden (26,1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 141 responden (50,4%), cukup sebanyak 105 responden (37,5%), dan sisanya kurang sebanyak 34 responden (12,1%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p = 0,697). Penelitian ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang merata untuk mencegah penyalahgunaan antibiotik dan resistensi yang ditimbulkannya.
Downloads
Unduh PDF: 6 downloads









